IRT Korban Pengeroyokan : Pertanyakan Status Tahanan Kota Ke Dua Tersangka

Bagikan
By Admin - OneNewsBengkulu.Com 11 Nov 2022, 20:55:20 WIB Kabupaten Rejang Lebong
IRT Korban Pengeroyokan :  Pertanyakan Status Tahanan Kota Ke Dua Tersangka

Onenewsbengkulu.com | Rejang Lebong - Apes itulah kata yang pantas diutarakan bagi korban Ibu Rumah Tangga (IRT) Natalia Anggraini ( 23 ), Warga Desa Pahlawan, Kecamatan Curup Utara.

Pasalnya, selain menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh terduga Fe dan RF, Warga Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah pada bulan April lalu dan saat ini telah ditetapkan menjadi tersangka, berujung pada ketidak puasan korban yang mempertanyakan status tahanan kota kedua pelaku.

Hal ini diungkapkan oleh korban Natalia Anggraini ( 23 ), Warga Desa Pahlawan, Kecamatan Curup Utara, Jumat ( 11 / 11 / 2022 ), pukul 10.00 Wib saat dijumpai awak media dilokasi Kawasan Dwi Tunggal Kecamatan Curup.

Ia mengatakan dan menceritakan bahwa bahwa dirinya tidak terima dan kecewa karena kedua pelaku Fe dan RF tidak ditahan di dalam rutan namun hanya berstatus sebagai tahanan kota setelah dilakukan pelimpahkan berkas P21 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rejang Lebong (RL) beberapa hari lalu.

"saya mendapat informasi jika kedua pelaku hanya tahan kota, padahal setahu saya tidak ada salah satu dari pelaku yang sedang menyusui karena anaknya sudah besar-besar, sementara satunya lagi bisa jadi memang sedang hamil," ungkapnya.

Lanjutnya, ia menceritakan pristiwa pengeroyokan yang menimpa dirinya tersebut terjadi pada Bulan April lalu tempat tinggalnya yang berdekatan dengan rumah kedua pelaku di kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah.

"Saat itu bulan puasa, sebelum berbuka, kedua pelaku memanggil saya dan ke rumah pelaku, saat itulah pengeroyokan terjadi, saya dipukul oleh keduanya. Usai berbuka saya langsung menuju Rumah Sakit untuk melakukan Visum, pastinya ada luka gores di bagian kaki kanan dan beberapa memar lebam di beberapa bagian tubuh," cerita Natalia.

Ia berharap penegak hukum dapat memberikan hukum setimpal dan sepantasnya kepada kedua pelaku, sehingga dirinya merasa aman dan dapat menjalani kehidupan seperti biasa.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Curup, Bertha Camelia, SH, MH membenarkan adanya berkas pelimpahan P21 tersangka dugaan pengeroyokan oleh Fe dan RF terhadap korban Natalia. Namun, kedua pelaku bukannya tidak ditahan, tetapi keduanya menjadi tahanan kota.

" adapun alasan kedua pelaku hanya menjadi tahanan kota, lantaran salah satu pelaku sedang hamil dan satunya lagi sedang menyusui. Sehingga pihak kita memiliki kebijakan dan rasa manusiawi terhadap pelaku, untuk menjadikan kedua pelaku sebagai tahanan kota saja, yang memiliki kewajiban wajib lapor 1 kali dalam seminggu. Kasus ini, Insyaallah akan lanjut ke meja sidang di Pengadilan Negeri Curup, pada Senin tangga 14 November mendatang. Dan upaya RJ ( Restorative Justice - red  ) sudah kita lakukan namun tidak ada titik terang antara korban dan pelaku," katanya. ( Dnd ).




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment