Gelar Reses di Desa Rimbo Recap, H. Andrian Wahyudi, SE Serap Aspirasi Kalangan Petani

Bagikan
By Admin - OneNewsBengkulu.Com 27 Apr 2025, 13:49:35 WIB Kabupaten Rejang Lebong
Gelar Reses di Desa Rimbo Recap, H. Andrian Wahyudi, SE Serap Aspirasi Kalangan Petani

Onenewsbengkulu.com | Rejang Lebong - Reses Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, H. Andrian Wahyudi, SE Dapil IV ( Kabupaten Rejang Lebong - Lebong ) Masa Sidang Ke - 1 Tahun Sidang 2024 kembali digelar di Kabupaten Lebong 30 Januari - 3 Februari mendatang

Kegiatan yang dilaksanakan di lokasi Kantor Bumdes Sari Tani Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan tersebut berhasil menyerap sejumlah keluhan warga Desa Rimbo Recap yang di dominasi oleh kalangan petani seperi sulitnya mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi - minimal jalan usaha tani - minimnya perbaikan drainase / parit yang mengaliri persawahan warga. 

Hal ini diungkapkan oleh Trisno ( 50 ) Warga Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan, Rabu ( 31 / 1 / 2024 ), pukul 10.00 Wib. 

" Kami mengucapkan selamat datang kepada anggota DPRD Provinsi Bengkulu, H. Andrian Wahyudi, SE. Dimana, kegiatan reses diawal tahun 2024 ini memang sangat dinanti oleh warga," tegasnya. 

Adapun keluhan kami selaku warga, sambungnya, masih seputar pertanian yakni minimnya pembangunan drainase / parit / irigasi yang kerap digunakan oleh warga untuk mengaliri persawahan. 

" Kemudian, warga juga ada yang mengeluhkan terkait pupuk subsidi yang memang menjadi permasalah bagi petani yang saat ini belum tergabung dalam kelompok tani. Untuk itu, kita berharap dengan adanya reses kali ini dapat membantu warga terkusus kalangan petani," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, H. Andrian Wahyudi, SE menjelaskan jika permasalah ini adalah permasalah yang saat tengah di godok oleh Anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Dimana, pupuk bersubsidi yang hanya di dapat oleh kalangan petani yang tergabung dalam kelompok, tak dirasakan oleh kalangan petani yang tak tergabung dalam kelompok tani. 

" Untuk diketahui hampir 90 persen warga RL adalah berprofesi sebagai petani. Nah, tidak semua dari mereka ( petani - red ) tergabung dalam kelompok tani. Untuk itu, kedepan kita berharap adanya solusi yang apik dilakukan oleh pemerintah dengan menambah pasokan kuota pupuk untuk tingkat Kabupaten," tutupnya. ( Dnd / adv ). 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment